Pa,
Tanggal 6 Sep 2012 itu Oro di kantor, siap2 bekerja. Hari
ini berjalan seperti biasa, tidak ada tanda, tidak ada rasa. Lalu sekitar jam
7.30 HP Oro bergetar tanda ada pesan masuk. Oro baca: Bapa jatuh! mari kita doakan. Jam2 selanjutnya adalah masa penantian yang sangat panjang, meletihkan, ketidakpastian, harap dan putus asa.
Pa,
Selama bertahun2 Oro mengantisipasi datangnya berita ini. Tapi
Oro tidak siap, tidak akan pernah siap. Setelah 14 tahun tinggal di Amerika,
Oro hanya berkesempatan 7 kali bertemu Bapa. Kita memang kadang2 ngobrol di sms
lewat komputer, singkat dan ceria. Bapa memang bukan chatter, tidak suka ngobrol ngalor ngidul. Bapa hanya mau kami tahu
bahwa Bapa sayang dan hadir di hidup
kami. Kasih yang sangat dalam dan konkrit.
Pa,
Seandainya Bapa mendengar tangis Oro di kantor pagi itu,
seandainya Bapa bisa rasakan perihnya hati Oro dalam perjalanan 36 jam dari
Pennsylvania, transit di San Fransisco dan HongKong, sebelum tiba di RS Tebet
hanya untuk melihat tubuh Bapa yang kaku diam. Seandainya Oro bisa curahkan
keletihan dan kesendirian Oro saat itu. Hanya Tuhan yang tahu …
Pa,
Hari ini 11 Sep 2013, saat orang2 Amerika memperingati tragedi
9/11, diiringi lagu Amazing Grace dari radio di kamar, Oro menangis pelan. Di tengah2 kesedihan hati, Oro bersyukur
rencana Tuhan sempurna dan waktu Tuhan selalu tepat, tidak terlalu dini ataupun
terlambat. Memandang foto ini yang terpajang di dinding kamar (foto ini Oro
temukan di kamar IIP) hati Oro berbisik: “dear God, Thank You for the perfect
number 77 of golden years You have given us .. “
Pa,
Oro selalu ingat motto Bapa: Soli Deo Gloria .. puji syukur hanya kepada Tuhan Yesus sekarang dan selama-lamanya. Amin!
Oro selalu ingat motto Bapa: Soli Deo Gloria .. puji syukur hanya kepada Tuhan Yesus sekarang dan selama-lamanya. Amin!
Orchida Ndraha-Spruell (Oro), anak ke-3 dari 7 bersaudara

Aee baleee.......
BalasHapusAku bisa bayangkan kau sendirian menempuh perjalanan separuh dunia O'....dengan kesedihan yang begitu dalam.......
Kalau saja aku bisa temani kau saat itu....